Selasa, 30 Maret 2010

Metode Iqra

Metode Iqra
Banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru dan orang tua murid untuk bisa memberi rangsangan kepada murid. Apakah dengan pendekatan metode, bisa juga dalam bentuk pendekatan pribadi sebagai daya rangsang murid. Semua ini sangat memiliki makna yang besar bagi upaya pembelajaran yang sedang dilakukan. Siswa atau murid akan tambah sadar atau mungkin akan semakin mampu dalam menerima apa yang diajarkan.
Secara harfiah kata metode berasal dari bahasa Gree yang terdiri dari mata yang melalui, dan ’’hodos’’yang berarti jalan. Jadi metode adalah jalan yang di lalui. Dalam pandangan filosofis pendidikan, metode merupakan alat yang dipergunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat itu mempunyai fungsi dua yaitu: poli pragmatis dan mono pragmatis.
Metode sebagai alat bersifat monopragmatis adalah alat yang hanya dapat dipergunakan untuk mencapai satu macam tujuan saja. Misalnya laboratorium ilmu alam, hanya dapat dipergunakan untuk eksperimen-eksperimen bidang ilmu alam, tidak dapat dipergunakan untuk eksperimen bidang lain seperti ilmu sosial atau kedokteran.
Pembinaan lebih mengararahkan tugasnya kepada pembinaan atau pembentukan sikap dan kepribadian manusia yang beruang lingkup pada proses mempengaruhi dan memperbaiki kemampuan kognitif dalam diri individu
Mengajar menitikberatkan pada usaha ke arah terbentuknya kemampuan maksimal intelektual dalam menerima, memahami, menghayati dan menguasai serta mengembangkan ilmu pengetahuan yang diajarkan. Sementara, metode iqra adalah cara yang cepat untuk menguasai bacaan-bacaan Al-Qur’an. Cara ini merupakan cara yang telah berkembang dan populer pengunaannya dalam belajar Al-Qur’an. Insya Allah, masyarakat, anak-anak atau murid mudah memahami dan mengetahui bacaan Al-Qur’an. Secara bahasa, iqra berari baca.
Metode diartikan sebagai cara mengerjakan sesuatu. Secara harfiah kata metode berasal dari bahasa Gree yang terdiri dari mata yang melalui, dan ’’hodos’’yang berarti jalan. Jadi metode adalah jalan yang di lalui. Dalam pandangan filosofis pendidikan, metode merupakan alat yang dipergunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat itu mempunyai fungsi dua yaitu: poli pragmatis dan mono pragmatis. Zulkifli dan Syamsu (2008:95) mengatakan bahwa adalah suatu prosedur dalam mengajar.
Poli pragmatis, bila mana metode itu mengandung yang serba ganda (multipurpose) .misalkan, suatu metode tertentu pada situasi dan kondisi tertentu dapat dipergunakan untuk merusak, pada situasi dan kondisi yang lain dapat digunakan untuk membangun atau memperbaiki . kegunaannya dapat bergantung pada sipemakai atau pada cara dan bentuk serta kemampuan dari metode sebagai alat , seperti halnya video cassette recorder yang dapat merekam semua jenis film , moratitas ,juga dapat dipergunakan unuk alat mendidik /mengajar dengan film-film pendidikan.
Sebaiknya metode sebagai alat bersifat monopragmatis adalah alat yang hanya dapat dipergunakan untuk mencapai satu macam tujuan saja. Misalnya laboratorium ilmu alam, hanya dapat dipergunakan untuk eksperimen-eksperimen bidang ilmu alam, tidak dapat dipergunakan untuk eksperimen bidang lain seperti ilmu sosial atau kedokteran.
Pendidikan lebih mengararahkan tugasnya kepada pembinaan atau pembentukan sikap dan kepribadian manusia yang beruang lingkup pada proses mempengaruhi dan memperbaiki kemampuan kognitif dalam diri manusia.
Pengajaran lebih menitikberatkan usahanya ke arah terbentuknya kemampuan maksimal intelektual dalam menerima, memahami, menghayati dan menguasai serta mengembangkan ilmu pengetahuan yang diajarkan. Sementara, metode iqra adalah cara yang cepat untuk menguasai bacaan-bacaan Al-Qur’an. Cara ini merupakan cara yang telah berkembang dan populer pengunaannya dalam belajar Al-Qur’an. Insya Allah, masyarakat, anak-anak atau murid mudah memahami dan mengetahui bacaan Al-Qur’an. Secara bahasa, iqra berari baca. Sedangkan secara istilah menurut Departemen Agama (2008: v) iqra diartikan sebagai cara cepat belajar membaca Al-Qur’an.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar